Rimbawan dan Amal Jariyah

- April 12, 2020

Bukan hanya jalan menuju Roma yang banyak sebagaimana kata pujangga.  Jalan beramal jariyah pun banyak bagi manusia.  Keistimewaan amal jariyah dibanding amal-amal lainnya adalah pahalanya tidak terputus selagi obyek yang dihasilkan masih memberi maslahat.  Bagi rimbawan yang menjadikan Islam sebagai jalan hidupnya, Allah SWT telah memberikan jalan beramal jariyah dengan menumbuhkan pohon.  Di sini saya memakai terminologi menumbuhkan bukan menanam karena menanam saja tidak cukup untuk mendapat amal jariyah.  Diperlukan pohon yang tumbuh sehingga dapat memberi manfaat kepada makhluk lain. Terkait dengan hal tersebut,  Rasulullah telah menjelaskannya melalui Hadistnya sebagai berikut :

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)

Namun, sekedar menumbuhkan pohon saja tidak cukup untuk legalitas mendapatkan amal jariyah. Perlu ada niat beribadah di dalamnya.  Jadi sebaiknya aktivitas menumbuhkan pohon jangan karena ikut-ikutan trend, buat pencitraan di media sosial atau whatever-lah.  Tetapi niatnya cuma satu “Ibadah”.

Jalan beramal dengan menumbuhkan pohon ketika direnungkan lebih dalam adalah salah satu bentuk keadilan Allah SWT bagi manusia.  Hal ini karena untuk melakukannya tidak perlu mengeluarkan banyak biaya sebagaimana membangun jembatan misalnya. Jadi bukan hanya hamba-Nya yang dianugrahi rezeki melimpah yang dapat melakukannya tetapi hamba-Nya yang hidup serba terbatas pun diberi kesempatan yang sama.

Coba bayangkan berapa banyak pundi-pundi amal yang dikumpulkan jika seseorang berhasil menumbuhkan satu pohon saja.  Di pohon tersebut setiap hari burung bertengger, dedaunannya menghasilkan oksigen, akarnya menahan erosi dan mencegah banjir, dan sebagainya.  Kemudian pohon tersebut berkembang menjadi puluhan bahkan ratusan anakan baru yang tentu melipatgandakan pundi-pundi amal.  Selain itu, yang istimewa di sini adalah limpahan amal tersebut didapatkan dengan low cost atau tanpa biaya banyak. Berbeda jika membangun jembatan misalnya, yang tentu perlu biaya yang lebih banyak.  Jadi tunggu apa lagi, Mari Menumbuhkan Pohon selagi masih ada kesempatan.

Taufik Mubarak (Rimbawan)


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search