Modifikasi Desain Kemasan Produk Berbahan Plastik Multiguna

- Maret 29, 2019

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan kota-kota besar di Indonesia karena produksinya terus meningkat seiring pertambahan penduduk dan karakteristiknya yang sulit diurai secara alami.

Indonesia bahkan dianggap sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia oleh sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal Science pada tahun 2015.  Tanpa mengabaikan peran sektor informal dan sektor lainnya, penanganan sampah termasuk sampah plastik di Negara kita masih menjadikan pemerintah sebagai aktor utama.  Hal ini terlihat dari penanganan sampah mulai dari pengangkutan hingga di tempat pembuangan sampah (TPS) secara umum masih dibebankan kepada dinas kebersihan atau dinas terkait di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. 


Saat ini, biaya penanganan sampah plastik masih dianggap biaya eksternalitas oleh kalangan industri, sehingga biaya penanganannya tidak diinternalisasikan ke dalam harga produk yang dibeli oleh konsumen.  Akibatnya, pemerintah adalah pihak utama yang harus menanggung biaya penanganan sampah yang terkadang nilainya cukup besar.  Idealnya, permasalahan persampahan menjadi tanggung jawab bersama khususnya bagi produsen maupun konsumen yang merupakan penghasil sampah.  Melibatkan produsen dan konsumen dalam mengatasi permasalahan sampah plastik adalah sebuah strategi yang tepat karena timbulan sampah plastik terbesar biasanya  berasal dari keduanya.


Timbulan sampah plastik dari produsen dapat berasal dari proses pengolahan bahan baku, proses produksi, dan proses pemasaran, sementara dari konsumen berasal dari kemasan produk berbahan plastik yang dibuang setelah produknya dimanfaatkan.  Pada umumnya sampah plastik  dibuang menjadi sampah oleh konsumen karena dianggap  tidak memiliki nilai manfaat dan sebaliknya akan dipertahankan jika memiliki nilai manfaat.  Untuk itu, menjadi tugas industri untuk memberikan nilai manfaat bukan hanya pada produknya kepada tetapi juga pada plastik yang digunakan untuk mengemas produk tersebut.

Salah satu cara untuk memberikan nilai manfaat dari plastik yang digunakan untuk mengemas produk adalah dengan memodifikasi desain plastik kemasan tersebut agar dapat dimanfaatkan baik dalam bentuk pemanfaatan  kembali untuk fungsi yang berbeda (recycle) maupun untuk fungsi yang sama (reuse) dari sebelumnya.  Bentuk modifikasi desain dapat dalam bentuk pembuatan pola untuk mempermudah proses konversi menjadi produk lain yang bermanfaat setelah produk utamanya dimanfaatkan atau bentuk kemasannya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya seperti bentuk pot untuk wadah tanaman dan lain-lain. Untuk mempermudah pemanfaatannya oleh konsumen, desain kemasan plastik produk sebaiknya dilengkapi dengan informasi mengenai penggunaan praktis baik dalam bentuk recycle maupun reuse kepada konsumen.

Informasi yang diberikan dapat dalam bentuk informasi penggunaan, petunjuk penggunaan dan keamanan, komposisi dan sifat bahan, dll.  Untuk lebih meyakinkan konsumen, sebaiknya produsen membuat beberapa proyek percontohan untuk membuktikan reliabilitas dari plastik kemasan produk tersebut.  Modifikasi desain plastik kemasan produk yang dilakukan saat proses produksi akan mengurangi timbulan sampah di TPS dan akan menguntungkan semua pihak baik konsumen dalam bentuk manfaat tambahan, dan produsen dalam bentuk meningkatnya  permintaan pasar serta beban finansial dan sumber daya manusia yang berkurang dari pemerintah seiring  menurunnya produksi sampah plastik.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search